Pages

Thursday, September 19, 2013

Visit Switzerland - Baden


Kali ini aku ingin berbagi pengalamanku ketika mengunjungi salah satu kota kecil di Switzerland --- Baden. Kota ini terletak tidak jauh dari Zurich, sekitar 30 menit via kereta api dari Zurich Airport.
Untuk melepas kepenatan akibat polusi, kemacetan, dan kebisingan sehari-hari, Baden adalah kota yang sangat tepat untuk dikunjungi. Memang nama Baden tidak begitu terkenal seperti Zurich, Geneva, Bern, dan kota besar lain di Swiss, namun kota ini sangat aku rekomendasikan jika kalian ingin sekedar singgah untuk beristirahat-- karena kota ini tenang dan nyaman.
Kunjunganku ke Baden di bulan Mei 2012 dan September 2013 ini tak lain untuk keperluan bisnis (perkerjaan), di mana perusahaan tempat aku bekerja memiliki headquarter di Zurich. Dan aku ditempatkan di salah satu divisi yang lokasi office-nya di Baden, jadi singgahlah aku di kota ini.
Mei adalah akhir musim semi sekaligus awal dari musim panas. Hawa belum terlalu panas, namun juga tidak terlalu dingin. Walau matahari terik, hembusan angin cukup membuatku menggigil. Sedangkan September adalah akhir musim panas dan awal musim gugur, dengan hawa yang nyaris sama seperti di akhir bulan Mei.
Paling nyaman jika kita berkunjung di musim panas, karena selain musim ini, temperatur udara relatif rendah, dan akan kurang cocok bagi penduduk Indonesia yang terbiasa dengan udara hangat. Tapi aku sarankan, jangan berkunjung ketika pertengahan musim panas/summer holiday. Karena masa-masa itu adalah masa peak-season, di mana tiket pesawat, hotel, dan biaya akomodasi lainnya sangatlah mahal. Berhubung Swiss merupakan salah satu negara Eropa termahal, menghabiskan waktu di Swiss pada masa peak-season akan sangat tidak bijaksana (peace... pola pikir ekonomis :D ).
Jadi, datanglah di awal atau akhir musim panas, kawan... :)
 
 
Baden itu...
Kota ini nyaman, tenang, dan bernuansa eropa sekali. Banyak bangunan tua dengan arsitektur unik dan kuno.
 
 
 
Kota Baden dibelah oleh aliran sungai Limmat, dan sungguh sungai di negara ini sangat berbeda dengan sungai-sungai di Indonesia. Bersih, jernih, cantik sekali. Berjalan di sepanjang sungai merupakan kegiatan refreshing yang menyenangkan. Bejajar di tepi sungai Limmat, kalian bisa menemukan hotel-hotel, apartemen, maupun restauran.
 

 
--maaf, bukan fotografer:( --
 

Hotel Baden...
Hotel di Baden yang pernah kusinggahi adalah "Gasthaus Zur Brug" dan "La Cappella", yang keduanya terletak tidak jauh dari stasiun Baden, tepatnya di jalan Bruggerstrasse. Kalian bias bejalan kaki kurang lebih 20-30 menit dari stasiun. Jika dilihat di peta, Bruggerstrasse adalah jalan besar utama di Baden. Hotel ini cukup nyaman, dengan rate yang cukup murah, di bawah 150,- CHF/night/person. Namun, jika kalian ingin mendapat fasilitas di atas bintang 3, aku rekomendasikan untuk berkunjung ke Hotel Du Park atau Blue City (rate di atas 200,- CHF/night), dengan lokasi yang cukup dekat dengan stasiun Baden. Namun, jika kalian adalah backpacker, aku sarankan menginap di "Youth Hostel Baden", juga dekat dengan stasiun. Kalian hanya akan akan membayar 230,- CHF/night untuk 1 kamar yang bisa diisi sampai 6 orang. Murah kan?
 
Stasiun...
Stasiun Baden terletak di Banhofstrasse, tidak jauh dari Bruggerstrasse. Juga berdekatan dengan aliran sungai Limmat. Seperti stasiun-stasiun di Swiss lainnya, stasiun ini memiliki fasilitas-fasilitas yang lengkap, walau tidak sebesar stasiun di kota Zurich (Zurich HB). Di atas stasiun ini, kalian bisa menemukan Kastil Tua (Ruins of Castle Stein) yang sangat menarik untuk dikunjungi. Shopping center dapat ditemukan di sekitar sini, dan terminal bus dalam kota juga terintegrasi dengan stasiun ini.
 
Yup, hanya itu yang bisa aku share tentang Baden. Untuk restaurant, sayang belum bisa aku share di sini. Beberapa kali diajak dinner dengan rekan kerja di Baden, namun lupa sama sekali nama restaurannya. Tapi kalian bisa menemukan banyak restaurant yang bagus di sini, dengan harga yang bagus juga (mahal-red). Jika tidak ingin memboroskan uang untuk makan (lunch atau dinner), kalian bisa membeli kebab di Kapi Pizza-- hanya merogoh kocek sekitar 10,- CHF/porsi.
 
Okay, thanks for reading, semoga sharing-an ini bermanfaat :)
 


Wednesday, September 18, 2013

Flight to Switzerland - Qatar Airways vs KLM Royal Dutch



Di sini aku akan berbagi pengalamanku dan sekaligus ingin mereview penerbangan internasional Jakarta-Zurich dengan menggunakan Qatar Airways dan KLM Royal Dutch Airlines.
Catatan, sebelum membaca tulisan di bawah : ini hanya penerbangan dengan tujuan Jakarta - Zurich dan sebaliknya, kondisi bisa berubah dengan penerbangan dengan tujuan lain.

Di kunjungan pertamaku ke Zurich, Swiss, pada bulan Mei 2012, aku menggunakan penerbangan Qatar Airways, dengan satu kali transit di Doha International Airport, Qatar. FYI, aku berkunjung ke negara ini karena ada business trip. Jika tidak, kemungkinanku untuk bisa berkunjung ke sana adalah nol besar (budgettidakbersahabat.com).
Ini pertama kalinya aku melakukan perjalanan ke luar negeri seorang diri. Maklum, aku bukan wanita yang hobi traveling, tapi kebetulan sering traveling. Pengalaman terakhirku dengan international flight sebelum ini adalah ketika masih duduk di bangku SD, dan itu pun ditemani mama-papa tercinta.
Bagi yang belum pernah ke Bandara internasional selain di Indonesia, ini sedikit informasi : Sama sekali tidak sulit untuk menemukan jadwal flight, gate, atau informasi-informasi lain, karena semua informasi tertulis dalam English dan bahasa lokal. Jadi yang masih belum bisa berbahasa inggris, please belajarlah, karena suatu saat Anda pasti akan membutuhkannya. Selain itu, fasilitas-fasilitas lain seperti toilet, restauran, shopping center, dll sangatlah lengkap. Jadi no problemo, tidak akan bingung atau nyasar.

Qatar Airways

Baik, langsung saja aku bahas penerbangan pertamaku dengan Qatar Airways. Pendapatku tentang penerbangan ini : Very Good!!
Untuk penerbangan Jakarta - Zurich, kita akan transit satu kali di Doha International Airport. Untuk jadwal penerbangan kali ini, aku transit di Doha selama 3 jam.
Jadi itinary penerbanganku seperti ini:
  • Flight Jakarta - Doha, +/-9 jam
  • Transit di Doha Airport, 3 jam
  • Flight Doha - Zurich, +/- 6 jam
Dengan total masa penerbangan kurang lebih 15 jam, transit di Doha Airport merupakan kesempatan kita untuk beristirahat. Kita bisa melepas lelah setelah melewatkan setengah perjalanan dengan jalan-jalan di airport, belanja, solat, makan, atau apapun.  FYI, International Airport selain di Indonesia itu besar sekali dan nyaman sekali, Soe-tta masih kalah jauh... Dan lagi, di sana mudah sekali menemukan mushola, setiap sekian meter kita bias menemukan toilet dan mushola. Semua keterangan tertulis dalam Arabic dan English, jadi akan memudahkan pengunjung asing yang tidak berbahasa Arab. Shopping Center dan restauran sangat nyaman dan banyak pilihan, seolah-olah mereka memasukkan mall di dalam airport ini. Jadi, untuk fasilitas airport,  aku acungi 4 jempol untuk Doha.
Pelayanan di dalam pesawat ketika dalam perjalanan, juga sangat memuaskan. Ditemani Oryx In-Flight Intertainment, kita tidak akan bosan melewatkan 15 jam (dalam case ini) di dalam pesawat ini. Channelnya beragam, dan menyuguhkan film, movie, lagu-lagu terbaru. Selain itu, onboard cuisine alias makanan yang disuguhkan dalam pesawat, lezat dan sesuai dengan lidah Indonesia (walaupun tipe/menu makanan western). Sesekali di antara waktu makan besar, kita akan disuguhi snack dan minuman. Timing untuk menyuguhkan makanan dan minuman juga tepat sekali, tidak akan membuat kita merasa kelaparan atau kehausan di dalam pesawat.
Pramugari dan pramugara juga ramah dan siap membantu. Umumnya, mereka terdiri dari beberapa bangsa, dan ini memungkinkan mereka berkomunikasi dengan penumpang yang kesulitan berbahasa inggris.
Dalam pesawat, kita juga akan diberi tas kecil berisi kaos kaki, tutup telinga, sikat gigi dan odol, juga tutup mata untuk tidur. Selain bantal dan selimut tentunya. Mungkin karena dalam case ini, penerbangan memakan waktu total 15 jam.

Jadi, secara overall, Qatar Airways aku nilai: Very Good!!!

KLM Royal Dutch Airlines
Di penerbangan keduaku ke Zurich, aku mencoba menggunakan KLM Royal Dutch Airlines, milik Belanda, pada bulan September 2013. Penerbangan ini memakan waktu total kurang lebih 15 jam, sama dengan Qatar, yang membedakan hanya tempat transitnya, yaitu di Amsterdam. Intinary penerbanganku sebagai berikut:
  • Flight Jakarta - Amsterdam, +/-14 jam
  • Transit di Amsterdam, 1 jam
  • Flight Amsterdam - Zurich, +/- 1,5 jam
Nah, yang mepet adalah masa transit yang hanya 1 jam. Apabila flight pertama (Jakarta-Amsterdam) mengalami delay, pastinya flight kedua (Amsterdam-Zurich) tidak terkejar. Namun, untuk flight yang tidak terkejar, bisa langsung di re-book ke flight selanjutnya. Jadi ya, no problemo.
Airport di Amsterdam, sama halnya seperti Doha, sangat besar dan nyaman. Dengan fasilitas-fasilitasnya yang lengkap dan canggih. Namun, sangat sulit menemukan mushola dalam airport ini (sepertinya memang tidak ada), jadi akan kurang nyaman bagi kaum muslim yang hendak beribadah. Sehingga, dari segi kenyamanan airport, aku lebih prefer Doha daripada Amsterdam.
Yang membuatku kurang nyaman lagi adalah durasi penerbangan Jakarta-Amsterdam. Empat belas jam di dalam pesawat tentunya lebih melelahkan dibandingkan 9 jam dalam pesawat. Namun fasilitas onboard di KLM bisa dibilang excellent dan memuaskan!! seperti halya di Qatar. Hanya saja, pendapat pribadiku tentang onboard cuisine di KLM, tidak selezat di Qatar. Masakannya kurang nyambung di lidahku. Selain itu, timing penyajiannya juga tidak sebagus di Qatar. Untuk penerbangan Amsterdam-Zurich, yang hanya berdurasi kurang lebih 1,5 jam, kita hanya diberi snack dan minuman dalam pesawat.
Dan untuk fasilitas onboard yang lain hampir sama dengan Qatar, In-Fligth Intertainment nya menyuguhkan channel-channel yang menarik, dan up to date. Namun, di sini kita tidak beri perlangkapan tidur (hanya bantal dan selimut) seperti halnya di Qatar.

Jadi, penilaianku tentang KLM Royal Dutch : Excellent, but not as good as Qatar.

Kesimpulannya, jika suatu saat keberuntungan datang lagi dan aku diberi kesempatan berkunjung ke Swiss, aku lebih memilih menggunakan Qatar Airways. KLM is good, but not as good Qatar. Atau, aku ingin mencoba menggunakan Emirates Airline, milik Uni Emirat Arab. Katanya sih lebih besar dan bagus dari Qatar Airways, hehe..

Anyways, thanks for reading. Sorry to make you bored, since this is my first blog~